Edelweiss

Selasa, 31 Maret 2015



Apa kabar edelweiss?
Masihkah dalam kukuh abadimu
di tempat tinggi nan menjulang di sana
Menyimpan indahmu dalam diam
Menyelip wangimu dengan kesahajaan
***
Ceritakanlah pada mereka
Para pencarimu nan gagah jumawa
Sukarnya pendakian tidaklah berjeda
Tapi mulailah dengan langkah pertama

Kau pasti 'kan temukan tanah beraral dan bebatuan
Lalu lelahmu meronta
Padahal kau baru berjalan sebentar saja
Maka rukuklah sejenak dan gumamkan,
Jangan menyerah!

Setelah kau bangkit dan melalui tikungan kedua
Kau pun bertemu dengan kawah belerang
Yang asapnya saja membuat perutmu mual dan ingin pulang
Jangan engkau duduk ataupun membungkuk
Tapi bersandarlah pada sebuah batu besar
dengan kepala tengadah dan ucapkan,
Jangan menyerah!

Perjalananmu sebenarnya tak 'kan selalu melelahkan
Di balik tebing kerikil yang katamu licin
Kau 'kan temukan tanah berumput yang menyejukkan
Yang dengannya semua pemandangan tampak menakjubkan
Lembah nan cantik dan gunung-gunung lain di seberang
Membuatmu melirihkan tasbih dan puji-pujian
Namun, tujuanmu jangan pernah kau lupakan
Berhentilah sebentar
untuk kembali berjalan dan katakan,
Jangan menyerah!

Jalan setapak berikutnya mungkin
akan membuatmu lebih cepat tersengal
Parit-paritnya menarik energimu
untuk menjaga keseimbangan
Pasir-pasir berdebu
Tanjakan curam berbatu
Dan tanyamu dalam keluh yang terlintas,
"Di manakah ujungnya?"
Teruslah saja berjalan dan pekikkan,
Jangan menyerah!

Sungguh,
akhir perjalananmu akan berbuah indah
Yakinkan tekadmu pada janji-Nya yang pasti
Bahwa ianya hanyalah untuk engkau,
sang pejuang sejati
***
Apa kabar edelweiss?
Rasa lelahkah yang kau dendangkan
dalam sunyi dan kesendirian
Dalam doa dan penantian yang tak kunjung datang
Maka tataplah langit yang berjarak sedepa
yang kau lukis segala mimpi dan cita-cita
Bahwa kau istimewa
Bahwa kesabaranmu, kelak berbuah surga
***

POLARIS, 4 Oktober 2012

0 komentar:

Posting Komentar